Pikiran-Pikiran Magis Soe Hok Gie
Detail Produk
Humanisme Gie berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap penderitaan manusia konkret. Kritiknya terhadap kekuasaan—baik Orde Lama maupun Orde Baru—tidak didorong oleh ambisi ideologis semata, melainkan oleh sensitivitas moral terhadap ketidakadilan, kemunafikan, dan pengkhianatan terhadap rakyat. “Aku selalu besertamu, orang-orang malang,” begitulah tegasnya, sebagai wujud pembelaannya terhadap wong cilik yang tertindas dan tak berdaya.
Dalam catatan hariannya, ia menolak Tuhan yang diyakini, dipersepsikan, dan dibakukan sebagai dogma teologis dalam agama-agama formal, tetapi ia tidak anti dengan Tuhan sebagai Wujud Kebenaran. Ia tidak menemukan Tuhan dalam ritus-ritus formal, melainkan dalam keheningan gunung, dalam kesederhanaan hidup, dalam keberanian menentang ketidakadilan, dan dalam kejujuran terhadap kenyataan. Baginya, mendaki gunung bukan pelarian atau rekreasi, tetapi laku batin, yakni sebuah langkah untuk melawan hiruk-pikuk kepalsuan sosial dan membangun semangat patriotisme berbasis kenyataan.
Hari ini, membaca Gie berarti membaca sejarah perlawanan dan pergumulan batin. Dengannya, kita diajak untuk melakukan kontemplasi mendalam agar tidak kehilangan idealisme dan kewarasan akal di tengah gejolak krisis eksistensial dan krisis kemanusiaan yang tak henti-hentinya ini.
*
Judul: Pikiran-Pikiran Magis Soe Hok Gie: Percik-Percik Api Sang Petarung Sejati
Pengarang: Muhammad Muhibbuddin
Penerbit: IRCiSoD
Tebal: 230 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Bahasa: Indonesia
Tahun: 2026 (Januari)
Ukuran: 14×20 (cm)